Wanita Tabrakan Kereta di Stasiun Cikini

Polisi tersangka wanita mati menabrak sebuah kereta di Stasiun Cikini bunuh diri. Tapi identitasnya masih misterius.

“Diasumsikan bunuh diri, identitas tidak ada. (Trashed Into) tujuan Kereta Semarang, Argo Muria, “kata Kanit Reskrim dapat mengalahkan peran Menteng Kompol Irwansyah mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa (13/6/2017).

Sementara itu, Bhabinkamtibmas dapat mengalahkan peran Cikini Aiptu Supriyanto menyebutkan wanita sebelumnya telah naik KRL dari Kota ke Bekasi. Wanita duduk pada platform platform.

“Menurut informasi keamanan, sehingga dia ingin pergi ke Bekasi dari Kota, terus di sini (Cikini Stasiun). Ada kursi, ada kereta Argo Gambia Gambir Semarang, dia crash,”kata Supriyanto.

Selain itu, Supriyanto tidak menemukan dirinya kartu identitas. Dia menyebut dia hanya membawa tas yang mengandung jaringan.

“Membawa kantong jaringan konten sendirian,” katanya.

Penumpang lainnya juga telah berteriak padanya untuk bergerak ke samping karena kereta yang lewat. Tetapi daya tarik adalah tidak mendengar.
Polisi: Perempuan pemusnahan untuk melatih di Cikini diduga foto bunuh diri: Doc. khusus

Sebelumnya dilaporkan, seorang wanita dibunuh di Cikini Stasiun. Ia terbunuh setelah menabrak sebuah Kereta Semarang, Argo Muria, yang melewati dirinya.

Satu pembaca dari AFP, Agus Simatupang, informasi insiden pada hari Selasa (13/6/2017) sekitar pukul 07:15. Ia melihat seorang perempuan berbaring berdarah di daerah Cikini Stasiun.

“Mayat-mayat yang dekat trek,” ujar Agus ketika dihubungi pagi ini.

Gundukan-gundukan wanita hamil di KRL, Status Facebook Facebook sudah jadi virus
Dunia maya re-dihebohkan dengan status screenshot wanita disebut Shafira Nabila Cahyaningtyas di Facebook. Dalam status itu, wanita marah tentang wanita hamil yang sering mendapatkan prioritas tempat duduk di kereta commuterline di Jabodetebek.

Shafira Facebook status upload netizen bernama Eka Aditya melalui foto screenshot karena Shafira memiliki akun ini tidak lagi aktif.

Dari screenshot itu dibaca bahwa Shafira menulis bahwa ia memiliki rutin commuterline naik kereta selama dua tahun terakhir dari Stasiun Bogor untuk Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Saya naik di 07:05 di gerobak perempuan, destinasi KRL Bogor-Tanah Abang emang terkenal untuk ibu luar biasa ganas,” Shafira menulis tentang perjalanan hari itu.

Dia duduk di baris dengan temannya dan berniat untuk tidur sampai tujuan akhir Stasiun.

“Yah aku telah tidur dan tiba-tiba sampai Stasiun Citayam saya membangun sama dong pak penjaga keamanan dan diberitahu untuk berdiri dan memberikan tempat duduk untuk ibu hamil,” ia mengeluh.

Shafira keberatan diminta untuk bangun dan kemudian berdiri penuh sesak dengan penumpang lain. Ia mengakui pusing dan marah bahwa ia ingin bersumpah guard dan wanita hamil yang telah mengambil tempat duduk di KRL.

“Akhirnya dengan sedikit ketulusan dan banyak kemarahan dengan keadaan, saya dan teman saya berdiri untuk Stasiun Tanah Abang,” lanjutnya.

Setelah mengirimkan keluhan, Shafira kemudian bertanya mengapa wanita hamil berhak untuk kursi dan mengapa wanita hamil selalu menjadi prioritas.

“Ya, mereka hamil lagi, di perut, ada seorang anak, tapi tidak seperti ini! Saya di Bogor juga mencari untuk kursi dan polos dibawa oleh ibu hamil. Dan semakin lama saya tidak respeck para wanita hamil yang sama, thats semua itu! “Dia menulis.

Dia menulis bahwa di setiap gerbong telah memberikan kursi prioritas untuk wanita hamil dan ibu yang sering menggendong anak-anak. Tapi mengapa wanita hamil benar-benar mengambil kursi (hak) orang lain dengan alasan bahwa mereka sedang hamil. Dia mengatakan itu akan lebih bersedia untuk duduk di KRL diberikan kepada orang lain, seperti orang tua, daripada diberikan kepada wanita hamil.

“Saya lebih suka untuk memberikan kursi kepada orang tua dan orang-orang cacat… Yah, mungkin orang berpikir aku ‘m batu hati tapi ini pilihan, silakan aja kalo mau memberikan hamil tapi aku bisbol,”katanya.

Eka Aditya upload Shafira’s Facebook status screenshot dengan keterangan, “tidak tahu apa yang ada di pikiran ini Student.It di sebuah perguruan tinggi baik kuliah, tapi ada empati tidak sama sekali, sementara account tidak aktif.”

Eka’s status sejauh ini telah didistribusikan 2,128 kali dan menerima 333 comments. Sebagian besar komentar menyesalkan sikap Shafira’s. Tidak sedikit juga menderita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *