Kontraktor Kubah Masjid di Ambon Maluku

Kontraktor Kubah Masjid di Ambon Maluku

Kontraktor Kubah Masjid di Ambon Maluku

Di pagi buta ada segerumbulan ibu-ibu yang sedang olahraga ringan sambil menunggu tukang sayur lewat. Ibu-ibu olahraga ringan seperti lari kecil-kecil, menekuk-nekuk kaki dan tangannya. Ibu-ibu ini semuanya tetangga berdekatan. Sudah kebiasaan setiap pagi ibu-ibu ini keluar rumah pagi-pagi buta untuk olahraga dan menunggu tukang sayur lewat depan rumah mereka. Jika ibu-ibu bertemu tak elok jika mereka tidak bercanda gurau, saling sapa, bahkan bisa jadi saling bertukar informasi. Segerumbulan ibu-ibu berjumlah tiga orangĀ  yakni bernama bu Yati, bu Yanti, dan bu Yani. Mereka bertiga sangatlah akrab karena setiap pagi mereka bertemu di depan rumah. Tiba-tiba bu Santi datang. Bu Santi yang rumahnya tidak jauh dari rumah ibu-ibu bertiga sangat kebingungan mencari tukang sayur. Karena saudaranya seorang kontraktor kubah masjid di Ambon akan datang pagi itu. segerumbulan ibu-ibu tersebut memberikan solusi untuk belaja di pasar saja. Karena tukang sayur yang lewat depan rumah mereka agak siang lewatnya. Dan bu Santi langsung pulang kemudian pergi ke pasar.

Saat bu Santi ke pasar, tidak begitu lama ada orang yang datang ke rumah ibu Santi dengan menggunakan becak. Seorang laki-laki yang memiliki tubuh kekar mengetuk rumah ibu Santi tetapi tidak ada balasan suara satupun dari dalam rumah. Karena merasa tidak enak ibu Yati memberitahu kepada lelaki tersebut bahwa ibu Santi baru saja pergi ke pasar. Lelaki tersebut akhirnya mendekati sang ibu-ibu yang sedang berdiri di samping jalan. Dia menanyakan apakah pasarnya jauh dari rumah. Bu Yanti menjawab kira-kira hanya lima belas menit saja perjalanannya. Kemudian ibu Yati bertanya apakah lelaki ini saudara ibu Santi kontraktor kubah masjid di Ambon. Lelaki ini menjawab iya dia saudara bu Santi yang menjadi kontraktor kubah masjid. Tidak begitu lama sang suami ibu Santi keluar rumah dan memanggil saudaranya tersebut.

Tidak begitu lama kemudian, tukang sayur yang di tunggu-tunggu telah lewat depan rumah. Bebarengan dengan ibu Santi yang pulang dari pasar. Ibu Santi yang belum lengkap belanjanya kemudian mendatangi tukang sayur. Ibu Yani mengatakan kalau sang saudaranya kontraktor kubah masjid dari Ambon sudah datang. Ibu Santi kaget dan menjawab kok sudah sampai padahal saya baru saja pulang belanja ini bu. Ibu Yanti pun menjawab dikasih nasi goreng saja bu sambil menunjukkan sebuah bungkusan. Ibu Santi menjawab iya udah itu sajalah. Ibu Santi yang terlihat kebingungan meninggalkan tukang sayur. Setelah itu, segerumbulan ibu-ibu belanja memilih sayuran. Tiba-tiba seorang datang, ibu Dita depan rumah mereka belanja dan menanyakan kok hanya bertiga saja yang belanja apa saya yang kesingan keluar. Kemudian ibu tukang sayur menjawab ada saudaranya datang. Bu Yanti menambahkan kalau saudara ibu Santi datang dari Ambon seorang kontraktor kubah masjid jadi beliau sedang kebingungan menyiapkan makanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *