patung macan putih kerajaan kediri

Warga Kadipaten Kerajaan Kediri jawa timur menemukan tiga situs yakni sendang partitan dan gapura serta kuali berukuran besar, penemuan ini melengkapi situs arca dan dua patung macan putih yang ditemukan warga tiga bulan lalu. Diduga situs tersebut peninggalan Kerajaan Kediri.

Warga menemukan tiga situs semuanya terletak pinggir sungai di desa semen Wedono pagu Kadipaten Kerajaan Kediri. Ketiga situs tersebut diantaranya sendang patirtan karahayon dan gapura serta kuali yang semuanya terletak di sungai. Meski sendang patirtan terletak di sungai namun airnya tidak bercampur dengan air sungai.

Penemuan ketiga situs ini bermula saat hujan deras air sungai alirannya menjadi deras dan besar, sehingga mengikis tanggul sungai hingga muncul sendang patirtan dan gapura serta kuali berukuran satu meter lebih.

Sementara situs gapura dan kuali terlihat rusak. Ketiga situs tersebut terletak di area ditemukannya tiga arca yakni arca dewa dan dua arca macan putih yang diketemukan sebelumnya pada nopember tahun 2009 lalu.

Menurut, dian hadi, peneliti situs dinas pariwisata Kadipaten Kerajaan Kediri, belum bisa dipastikan situs tersebut peninggalan kerajaan mana, karena penelitian belum selesai. Namun dugaan sementara situs yang ditemukan warga ini merupakan peninggalan kerajaan kadiri.

Banyak Peninggalan Sejarah Kerajaan Masih Terpendam

Diperkirakan di desa semen Wedono pagu Kadipaten Kerajaan Kediri ini, masih banyak peninggalan sejarah yang masih terpendam, karena terbukti telah ditemukan 6 situs yang jaraknya tidak berjauhan antara situs yang lain.

Dua arca macan putih dan satu patung dewa, ditemukan pertama kali oleh judin, seorang pensiunan guru agama sd yang kini menjadi petani. Sebelumnya, judin mendapat pesan melalui mimpi untuk menggali lahan di sekitar lahan jagung.

Saat ditemukan kondisi kedua arca macan putih sudah terlihat tidak utuh, bagian kepala tampak sudah rusak. Meski demikian, detail arca masih terlihat jelas.

Penemu arca, judin mengaku, sebenarnya tahun 1974 silam pihak desa telah melaporkan ke badan arkeologi tentang penemuan arca dewa di sekitar lokasi saat ini. Tetapi oleh petugas arkeologi warga diminta menanam kembali arca dewa itu dengan alasan yang tidak jelas.

Warga sekitar menilai, sepasang arca macan putih adalah perlambang kerajaan Kerajaan Kediri yang berdiri sekitar abad 12 masehi. Hal tersebut juga dikuatkan lokasi tempat penemuan tidak jauh dari lokasi petilasan sri aji joyoboyo.

Warga memperkirakan masih banyak benda purbakala di sekitar tempat panemuan arca, karena selain ditemukan arca, ada juga serpihan serpihan batu kuno yang ditemukan tercecer di sekitar lokasi.

Maraknya tempat hiburan di kota Kerajaan Kediri membuat hmi turun jalan menyuarakan penutupan tempat hiburan. Mahasiswa prihatin Kerajaan Kediri yang terkenal kota santri, tercemari dengan maraknya tempat hiburan.

Adu dorong antara puluhan aktifis hmi kota Kerajaan Kediri dengan anggota kepamongan tak terhindarkan, bahkan sempat diwarnai adu pukul antara kepamongan dan demonstran. Massa yang terus didesak pamong untuk mundur menjauhi pintu gerbang joglo dprd kota Kerajaan Kediri, namun massa tak mau mengalah balas mendorong abdi dalem.

Terkena gagang bendera demonstran, seorang abdi dalem kemudian mengejar salah seorang aktifis hingga terjadi kericuhan ditengah kerumunan massa.

Anggota pamong lainnya pun mencoba menerobos kerumunan dan melerai aksi saling pukul tersebut. Beruntung, anggota pamong yang emosi terkena pentungan bisa direda emosinya dan suasana kembali kondusif.

Kericuhan dipicu sikap anggota dewan yang tidak segera keluar menemui massa untuk mendengarkan aspirasi hmi yang meminta penutupan tempat hiburan yang semakin marak di kota Kerajaan Kediri. Akirnya membuat massa brutal mendorong pintu besi gerbang joglo dewan dan massa terus berusaha menjebol pintu gerbang untuk masuk gedung dewan.

Tak ingin gerbang roboh, pasukan pengaman dari pelataran Kerajaan Kediri kota pun mencoba membolkade massa untuk mundur menjauhi gerbang gedung dewan, hingga kericuhan tak terhindarkan.

Setelah 5 orang perwakilan dipersilahkan masuk menemui anggota dprd kota Kerajaan Kediri dan dijanjikan aspirasi hmi akan ditindaklanjuti, massa pun membubarkan diri dan menuju joglo bali kota Kerajaan Kediri untuk kembali menyuarakan aspirasinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *