Suzuki Indonesia Masih Andalkan Ertiga Dikategori Low MPV

Indonesia menjadi salah satu negara yang bisnis otomotifnya berkembang cukup baik sehingga menjadikan para produsen beramai-ramai untuk menghadirkan produk barunya dengan menyajikan beberapa keunggulan atau kelebihan yang menurut hemat kami sebenarnya melengkapi satu sama lainnya sehingga pada akhirnya konsumen tinggal memilih jenis mobil yang sesuai dengan kondisi keuangan yang mereka miliki seperti halnya Suzuki Ertiga.

Penjualannya yang terus meningkat setiap bulan tentu saja mengindikasikan bahwa Ertiga memang menjadi mobil yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen karena banyak sekali pertimbangan ketika mereka memutuskan untuk memiliki Ertiga diantaranya adalah lebih efisien dalam mengkonsumsi bahan bakar dan juga mudah dan murah dalam perawatannya. Memang bukanlah hal yang mudah bagi konsumen untuk mendapatkan mobil jika mereka belum bisa memilikinya melalui pembelian secara cash maka ada opsi untuk pembelian secara kredit yaitu melalui perusahaan pembiayaan yang saat ini banyak beredar di Indonesia.

Suzuki Ertiga sendiri dihadirkan karena memang banyak orang yang ingin agar produsen otomotif berlogo S ini sesegera mungkin meluncurkan mobil yang bisa menjadi andalan mereka dalam memenuhi kebutuhan akan alat transportasi yang seutuhnya dimiliki oleh mereka. Masyarakat tentu saja ingin bahwa Suzuki bisa lebih memahami kebutuhannya maka Ertiga pada akhirnya dihadirkan dimana untuk pertama kali mobil keluarga tujuh penumpang ini dipasarkan pada tahun 2012 dan hingga kini masih diimpor secara CKD (Completely Knock-Down) dari Maruti Suzuki India.

harga suzuki ertiga dreza

Publik di Indonesia tentu saja memiliki pertimbangan tersendiri ketika mereka memutuskan untuk membeli Suzuki Ertiga yang kini masuk dalam lima besar mobil yang paling banyak dicari oleh konsumen khususnya disegmen Low MPV. Masyarakat khususnya mereka yang memang membutuhkan sebuah mobil keluarga tentu saja memahami bahwa dengan memiliki Ertiga tentu saja pertimbangan mereka adalah bahwa dengan kapasitas mesin yang lebih kecil serta penggerak roda depan maka Ertiga benar-benar menjad mobil yang paling irit dikelasnya.

Kehadiran Ertiga sendiri memang membuat kompetitor yang sebelumnya sudah memasarkan mobil serupa di Indonesia harus mencari alternatif baru terutama tentang penambahan fitur agar penjualan produknya tak kalah dengan penjualan Ertiga itu sendiri. Kita memahami bahwa Suzuki telah berhasil merambah semua segmen dengan berbagai macam produk yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen. Hingga kini tercatat penjualan Suzuki Ertiga masih sangat tinggi dan ini akan memberikan semangat tersendiri bagi para pesaing untuk bisa tetap bersaing dengan Ertiga pula.

Sepengamatan kami bahwa keberhasilan didalam memasarkan mobil baru tentu saja ada pada keseriusan sebuah produsen untuk menggarap mobil tersebut. Suzuki telah berhasil dalam memasarkan sebuah mobil yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat luas. Penjualan mobil Ertiga yang perlahan membaik membuktikan bahwa meskipun situasi perekonomian Indonesia memang berada pada titik yang kurang aman karena naiknya nilai tukar dollar Amerika dan Yen Jepang pada rupiah. Naiknya nilai tukar memang cukup mengkhawatirkan banyak pihak dan juga berdampak pada bisnis dan juga industri otomotif itu sendiri.

Meskipun masih saja dipengaruhi oleh Toyota yang notabene adalah raksasa otomotif asal Jepang namun dengan kehadiran Suzuki tentu saja memberikan warna tersendiri bagi bisnis otomotif disebuah negara. Untuk saat ini memang bukan Suzuki Ertiga dreza saja yang menjadi andalan Suzuki namun ada beberapa produk lainnya yang menjadi andalah seperti halnya Carry Pickup dan juga Ignis yang penjualannya sendiri dikabarkan terus menempel penjualan Honda Brio.