Gorontalo

Kode Pos

Gorontalo

Gorontalo (Hulontalo) adalah provinsi Indonesia di pulau Sulawesi. Ini dibuat pada tanggal 5 Desember 2000. [3] Secara historis, ini telah menjadi pusat penyebaran Islam di Kawasan Timur Indonesia. Selain itu, seni dan budaya klasik Gorontalese unik seperti Karawo, Upiya Karanji (Songkok Gorontalo) atau nama panggilan “Peci Gusdur” (Gusdur menjadi Presiden ke-4 Indonesia), dan puisi. [4] (Kota Gorontalo juga dikenal dengan sebutan “Land Land Under Medina’s Porch”). Provinsi Gorontalo terletak di semenanjung (Semenanjung Gorontalo) di bagian utara Sulawesi, yang terletak di bagian barat provinsi Sulawesi Utara. Luas total provinsi adalah 12.435 kilometer persegi (4.801 sq mi) dengan populasi 1, 133, 237 (2016), dengan kepadatan penduduk 88 jiwa / km ². [5] Gorontalo terutama dihuni oleh beberapa kelompok yang terdiri dari berbagai Pohala’a (Keluarga), di antaranya Pohala’a Gorontalo (Etnis Hulontalo), Pohala’a Suwawa (Etnik Suwawa / Tuwawa), Pohala’a Limboto (Etnis Limutu). Pohala’a Bolango (Etnic Bulango / Bolango) dan Pohala’a Atinggola (Etnis Atinggola) juga dikategorikan ke dalam suku Gorontalo (juga dikenal sebagai Hulontalo, Gorontalese atau Gorontaloan). Dipercaya bahwa penyebaran Gorantal Diasphora telah mencapai lima kali populasi saat ini di Gorontalo dan sekarang tersebar di seluruh Indonesia dan negara-negara lain.
Semenanjung Gorontalo telah memiliki beberapa jenis peradaban manusia sejak kurang lebih 1300 tahun yang lalu. Catatan sejarah menunjukkan Kerajaan Suwawa seperti yang ada pada abad ke-8 Masehi. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya makam raja mereka, Moluadu, di tepian sungai Bulawa bersama dengan istri dan anaknya.

Namun, semenanjung Gorontalo tidak hanya memiliki catatan sejarah di prasasti makam raja kuno, tapi juga memiliki situs prasejarah. Situs Oluhuta, adalah situs prasejarah dan memiliki makam prasejarah di dalamnya. Ini mungkin bukti bahwa Gorontalo memiliki peradaban kuno.

Sementara itu, kota Gorontalo merupakan salah satu kota tertua di Sulawesi disamping kota Makassar dan Manado. Diperkirakan, Gorontalo sudah ada sejak sekitar 400 tahun yang lalu atau sekitar tahun 1500an di abad 16. Sebelumnya Kota Gorontalo menjadi salah satu pusat agama Islam di Kawasan Timur Indonesia, disamping Ternate (sekarang merupakan bagian dari Provinsi Maluku Utara).

Seiring dengan penyebaran agama, kota Gorontalo akhirnya menjadi pusat pendidikan dan perdagangan bagi masyarakat sekitar di wilayah “Tomini-Bocht” sebagai Wilayah Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara), Wilayah Buol, Wilayah Luwuk, Banggai, Donggala (Sulawesi Tengah). ) bahkan ke Tenggara. Ini karena lokasinya yang strategis, posisinya menghadap langsung ke Teluk Tomini (selatan) dan Laut Sulawesi (utara).

Sebelum masa penjajahan Gorontalo diatur berdasarkan hukum adat.Kingdom disatukan dalam ikatan kekerabatan yang disebut “Pohala’a”. Menurut Haga (1931) ada lima pohala’a wilayah Gorontalo:

Pohala’a Gorontalo
Pohala’a Limboto
Pohala’a Suwawa
Pohala’a Bolango kemudian menjadi Pohala’a Boalemo
Pohala’a Atinggola
Berdasarkan klasifikasi yang dibuat oleh bea cukai Mr.C.Vollenhoven, Semenanjung Gorontalo masuk dalam 19 wilayah adat di Indonesia.  Antara agama dan adat istiadat di Gorontalo sempat menyatu dengan istilah “Adat bersendikan Syara ‘dan Syara’ bersendikan Kitabullah”. Pohalaa Gorontalo adalah yang paling menonjol di antara lima Pohalaa. Karena itulah Gorontalo lebih dikenal luas.

Sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat Gorontalo yang dipelopori oleh Pak H. Nani Wartabone mendeklarasikan kemerdekaannya pada tanggal 23 Januari 1942. Selama kurang lebih dua tahun yaitu sampai tahun 1944, wilayah Gorontalo adalah pemerintahan sendiri yang berdaulat. Ini adalah tonggak perjuangan patriotik untuk kemerdekaan Indonesia dan memberi dampak dan inspirasi kepada daerah sekitarnya dan bahkan secara nasional. Bapak H. Nani Wartabone dihormati dan dipastikan oleh Pemerintah Indonesia sebagai pelopor Hero Kemerdekaan

Kode Pos Desa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *