Taman Tirta Gangga Bali

BACA JUGA : Sewa Mobil di Bali

Taman Tirta Gangga Bali adalah salah satu tujuan wisata terkenal di bagian timur Bali dan merupakan salah satu titik penghentian objek wisata di Bali East Tour Itinerary. Di tengah taman, ada banyak patung kecil yang sengaja dipasang di atas batu untuk menghias taman agar terlihat cantik. Semua patung diambil dari epos Sejarah Hindu seperti Maha Bharata atau Ramayana. Di halaman ini, kami menyajikan foto patung di Taman Tirta Gangga.

Sejarah Taman Tirta Gangga:
Tirta gangga dibangun pada tahun 1948 oleh Raja karangasem, Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem. Taman air ini dibangun dengan gaya arsitektur Bali dan China yang sangat unik.

Lokasi Taman Tirta Gangga:
Tirta gangga terletak di Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem di bagian timur Bali, sekitar 83 km dari Denpasar dan 6 km dari Amlapura ke utara.

Fasilitas Taman Tirta Gangga:
Fasilitas yang tersedia di daerah ini seperti hotel kecil, restoran kecil, dan pertokoan dan area parkir yang luas.

Deskripsi Taman Tirta Gangga:
Tirta gangga berada di area 1,2 hektar yang terdiri dari tiga kompleks. Kompleks pertama itulah yang paling bawah untuk menemukan dua teratati kolam dan air mancur. Kompleks kedua adalah pusat dimana bisa ditemukan di kolam renang, sedangkan pada bagian ketiga, yaitu yang ketiga

Kompleks Taman Tirta Gangga:
kita bisa menemukan tempat peristirahatan para raja. Sebelum taman ini ditemukan, ada banyak mata air yang ditemukan di daerah ini dimana masyarakat setempat percaya bahwa air yang berasal dari darat ini adalah mata air suci sehingga mereka menyebut tempat ini adalah Embukan yang berarti mata air. Musim semi ini kemudian dimungkinkan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan air dan juga sebagai “pemurnian” (pemurnian) para Dewa. Untuk tujuan ini, musim semi dianggap suci dan sakral.
Aspek religius membangun taman Tirta gangga untuk menghancurkan rumah raja dan juga fungsi umum yang layak untuk ditonton.
Raja Karangasem telah mendapat ide untuk memperbaiki taman ini menjadi tempat yang bagus dan sekarang, ini menjadi salah satu tujuan wisata terkenal di bagian timur Bali.

Istana air taman Tirta gangga dibangun pada tahun 1948 oleh Raja Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem, Istana ini telah berbentuk taman air yang indah dan terletak di dekat mata air alami. Sumur musim semi ini berada di bawah pohon beringin hugh yang berdiri di kaki bukit. Di puncak bukit ini berdiri sebuah pura desa.

Pemandangan daerahnya fantastis dengan pemandangan dan iklim yang relatif sejuk. Fakta-fakta ini, bersamaan dengan ritus keagamaan musim semi, mengilhami Raja untuk membangun sebuah rumah pedesaan pribadi di dekatnya musim semi ini di tengah taman rekreasi yang indah. Dia menyebutnya Tirta gangga – berasal dari kata ‘Tirta’ (air yang diberkati) dan ‘Gangga’ dari ‘Gangga’, sungai suci di India.
Tirta gangga Taman air menampilkan perpaduan unik antara arsitektur Bali dan Cina. Dasar taman air (sekitar 1,2 ha) terdiri dari tiga kompleks terpisah masing-masing dengan kolam dan banyak pahatan. Kompleks di tingkat terendah memiliki dua kolam besar dan menara air.
Di kompleks kedua (middle level) adalah kolam renang. Tingkat ketiga rumah kompleks utama dengan rumah negara mantan Raja. Saat ini seseorang dapat menemukan restoran dan empat unit bungalow (yang untuk disewakan) di bekas rumah raja A.A. Anglurah Ketut Karangasem.

Membangun taman air, termasuk perancangan dan kerja paksa, merupakan hobi favorit sang Raja. Karena banyak pengunjungnya tidak menyangka hal ini, tentu saja mereka terkejut mendapati Raja sendiri bekerja di antara para pekerja, berdiri di lutut dalam lumpur untuk menggali bumi.
Sebuah waduk di lapangan menerima air musim semi dan dari air minum waduk ini dikirim melalui sistem pipa ke kota Amlapura. Ada juga sistem pipa bawah tanah yang mengarah ke kolam renang atas, di mana ia muncul melalui mulut raksasa (patung iblis) yang berdiri di sudut kolam. Di sini air mengalir ke kolam yang lebih rendah. Dari kolam yang lebih rendah ini mengalir ke beberapa kolam ikan kecil dan dari sana ke sawah yang membatas kebun.

Air Taman Tirta Gangga selalu dianggap suci dan sering digunakan untuk upacara keagamaan. Dengan hari perayaan penting Taman Tirta gangga adalah tujuan prosesi warna-warni dengan persembahan, payung, bendera dan upeti lainnya. Dipimpin oleh para imam kuil setempat, upacara diadakan di musim semi, diiringi nyanyian dan musik ‘Beleganjur’, sebuah kelompok gamelan gong gong kecil dengan masing-masing pemusik yang menorehkan nada spesifik dan berbeda dalam skala musikal, semua tercampur dalam harmoni.

BACA JUGA : Paket Watersport di Bali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *