Karpet Masjid Menyamaratakan Kedudukan Manusia di Dunia

Seperti yang kita ketahui, masjid merupakan tempat ibadah kaum muslim dalam melaksanakan kewajiban beribadah, mau pun sunnah-sunnah yang lain. Selain itu, masjid juga sering dijadikan sebagai tempat berkumpulnya komunitas islam baik untuk sosial, pendidikan maupun kegiatan keagamaan yang lain. Menjaga kesucian masjid sudah menjadi kewajiban kita sebagai umat muslim. Ketika memijakkan kaki ke masjid juga dalam keadaan bersih dan suci. Dewasa ini, masjid seringkali dijadikan sebagai tempat berdiskusi umat muslim dalam perkumpulan. Sehingga, masjid di desain sedemikian rupa disamping untuk nyaman beribadah, juga nyaman sebagai tempat menimba ilmu agama atau berdiskusi.

Jaman dahulu mungkin belum banyak masjid yang memiliki sarana dan prasarana memadai dalam rangka meningkatkan kenyamanan dalam beribadah masyarakat. Adapun barang standar yang biasa berada di Masjid adalah Jam dinding, Sandal, Sajadah, Mukena, Al-Qur’an, Papan tulis, speaker, microfon, dan tentunya karpet masjid.

Masjid ada yang kurang jika belum ada hamparan karpet masjid yang menghiasi lantai. Karpet masjid sangat erat kaitannya dengan orang yang sedang menunaikan sholat dimasjid. Karpet masjid dirasakan langsung oleh jamaah ketika sedang solat, terlebih ketika sedang sujud. Rasa empuk dan hangat karpet masjid dapat kita rasakan ketika kening kita mencium nya.

Pernahkah anda berpikir bahwa karpet masjid menyatukan kita dari berbagai perbedaan yang ada, namun ketika masuk masjid semua menjadi satu tanpa perbedaan kedudukan di dunia. Dar presiden pun ketika masuk masjid tidak lantas karena ia terhormat jadi duduk diatas, tapi tetap duduk di Karpet Masjid. Begitupun orang biasa, berhak untuk mendapat shaaf paling depan jika memang ia berangkat awal. Itulah kenapa Karpet Masjid Menyamaratakan Kedudukan Manusia di Dunia. Baik orang kaya, orang sedang, maupun orang miskin, semua kedudukan nya sama di Mata Allah, yang membedakan adalah amal perbuatannya di dunia.